Berhala sebagai Tembok: Sejak Eden, Ketakutan—atau Tepatnya Kesalahpahaman—Manusia terhadap Allah Tidak Pernah Pudar
Berhala sebagai Tembok: Sejak Eden, Ketakutan—atau Tepatnya Kesalahpahaman—Manusia terhadap Allah Tidak Pernah Pudar Pendahuluan: Ketika Arkeologi Menemukan "Yahweh dan Ashera" Pada tahun 1975, di situs Kuntillet Ajrud di Sinai timur, para arkeolog menemukan tulisan dan gambar dari abad ke-8 SM yang mengguncang dunia biblika: sebuah inskripsi yang menyebut "Yahweh dan Ashera-nya" (YHWH w-ʾšrth), disertai gambar figur-figur. Penemuan serupa juga muncul di Khirbet el-Qom. Bagi banyak orang, ini tampak seperti bom: apakah ini bukti bahwa Yahweh Alkitab dan Ashera—dewi kesuburan Kanaan—pernah dipuja bersama? Apakah ini membuktikan bahwa Allah Alkitab hanyalah salah satu dewa dalam pantheon Kanaan? Jawaban singkatnya: tidak. Tetapi jawaban panjangnya justru meneguhkan tesis yang telah kita bangun sepanjang artikel-artikel sebelumnya—bahwa berhala adalah tembok yang dibangun manusia karena ketakutan dan kesalahpahaman terhadap Allah. Penemuan arkeologi ini bukan bukti bah...